Gambaran Umum Proyek
Chengdu, sebuah kota inti di Tiongkok barat, mempercepat pembangunan proyek-proyek konservasi air besar untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya air perkotaan dan memastikan keamanan pasokan air. Di antaranya,Waduk Lijiayan(sumber air kedua Chengdu) danWaduk Saba(Sumber air ketiga) merupakan proyek konservasi air nasional utama, sebuah usaha yang sangat penting untuk menjaga pasokan air perkotaan, pengendalian banjir, irigasi, dan perlindungan ekologi — 四川省水利厅. Proyek-proyek ini memiliki kondisi geologi yang kompleks, dengan sejumlah besar penggalian batuan keras, penggalian pondasi, dan pekerjaan pembentukan lereng, yang menuntut persyaratan tinggi untuk efisiensi konstruksi, stabilitas peralatan, dan perlindungan lingkungan.
Tantangan Pelanggan
Lokasi pembangunan waduk berada di daerah pegunungan dengan vegetasi lebat dan medan yang kompleks, yang terutama menghadapi kendala-kendala berikut:
- 1 Kesulitan Penggalian Batuan Keras Lapisan batuan tersebut didominasi oleh batuan lapuk, batupasir, dan serpihan batuan keras, dengan kekerasan batuan yang tinggi, sehingga metode penggalian tradisional menjadi tidak efisien.
- 2 Pembatasan Peledakan Proyek ini berdekatan dengan kawasan perkotaan dan zona perlindungan ekologi, dengan pembatasan ketat pada konstruksi peledakan — risiko keselamatan yang tinggi, debu dan getaran yang besar, serta prosedur persetujuan yang rumit.
- 3 Efisiensi Tinggi & Tekanan Jadwal Sebagai proyek mata pencaharian utama, periode konstruksinya ketat, sehingga membutuhkan pengoperasian peralatan yang berkelanjutan dan efisien untuk memastikan kemajuan pada bagian-bagian penting seperti penggalian fondasi bendungan dan pembangunan terowongan.
- 4 Kondisi Kerja yang Keras Pengoperasian beban berat jangka panjang, kondisi kerja yang kompleks seperti lereng curam dan ruang konstruksi yang sempit, membutuhkan peralatan dengan kekuatan struktural dan daya tahan yang tinggi.
